English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Informasi tentang kandidat caleg, pemilukada & pilpres Indonesia

Kamis, 24 Juni 2010

SENIMAN JADUL LUDRUK DALAM KENANGAN

Seniman Legendaris Itu Kini Buka Warung Ayam Penyet

Bekasi, profiltokoh.blogspot.com
Buat generasi mereka yang mempunyai tahun kelahiran 60an dan 70-an pasti kenal dengan seorang tokoh ludruk terkenal, yakni Pak Sakerah. Tokoh berkumis tebal dan sering dianggap sebagai orang Madura yang mempunyai keahlian beladiri Carok (budaya bertarung dengan arit bila ada masalah yang berkaitan dengan harga diri atau apalah) yang sakti luar biasa dan ditakuti banyak orang. Tokoh pak Sakerah juga dikenal dalam lakon-lakon Ludruk terkadang lucu di balik wajah sangarnya.


Tokoh pak Sakerah memang sering sekali dimainkan oleh setiap seniman asal Jawa Timur, mulai dari arek Suroboyo atau arek Malang. Namun seniman pelawak yang paling sering menokohkan pak Sakerah, hanya ada satu orang, yaitu pak Djamaludin AR atau akrab dipanggil Cak Djamal (Cak Jamal).

Lelaki yang kini tinggal di sebuah rumah kontrakan milik pak Tardjo, Jl. Sasono Raya, Harapan Baru Regensi Bekasi Barat 17133 hidup bersama sang istri. Berdua dengan sang istri mereka membuka warung makan dengan menu unggulan Ayam Penyet dan Bebek Penyet yang lumayan disukai oleh warga sekitar HBR. Kehidupannya yang jauh dari layak sebagai seorang seniman legendaris dan hanya mengandalkan hasil penjualan warung mereka, tampaknya cak Jamal bahagia. Meskipun serba kekurangan, hidup bersama sang istri di masa tuanya dan selalu ditemani kapanpun oleh istri setianya yang masih menyisakan kecantikan di wajah tuanya.

MASA JAYA USIA MUDA sang PEMAIN LUDRUK.

Cak Jamal saat pentas manggung dalam sebuah cerita ludruk yang dipagelarkan saat 17 Agustusan  pada awal 1970-an dan diabadikan oleh seorang fotografer profesional dari Tjandra Djaya Art Photo beralamat di Djl. Imam Bondjol 115, Pav. Semarang telah mendokumentasikan pementasan ludruk yang diselenggarakan oleh Ludruk Djawa Timur Unit II Semarang.

Bila semasa mudanya di Jawa Timur, Cak Jamal sering memerankan tokoh pak Sakerah, maka ketika hijrah ke Jakarta, Cak Jamal sempat memerankan tokoh pendekar legendaris Cipitung (maksudnya Si Pitung) dalam satu cerita tentang sejarah Betawi. (Bisa bayangin kan logat Betawi tapi dibawakan dengan gaya medog Jawa Timuran..... Nih Die Anak Betawi Asli......hahahaha  pasti kocak banget, tokoh pendekar asli Betawi tapi logatnya Jawa Timuran)

Di awal tahun 70-an Cak Jamal muda pernah main dalam cerita Sarip Tambak dan masih bagian dari cerita Bengawan Solo, dimana dirinyamemerankan tokoh R. Suprapto bersama lawan mainnya yang memerankan tokoh Winangsih. Permainan ini 

Di awal tahun 1976, kembali Cak Jamal bermain ludruk dalam cerita Di Tepian Bengawan Solo dan berperan sebagai Rasit Ringgit sang Raja Dolar. Dan mungkin ini salah satu foto seni perannya yang pertama dalam bentuk full color. Foto diabadikan di atas kertas Fuji Film Color Print di sebuah studio foto Modern Jakarta tepatnya bulan September 1976.

Dalam satu acara sebelum pertunjukan sebuah pentas seni tahun 1979 di gedung AU, Cak jamal sempat manggung bersama bintang film terkenal kelas atas di zamannya. Bintang film Ratno Timoer berselendang putih, dan Cak Jamal yang berada di depannya dengan berpakaian Madura serta kumis "baplang" ala Pak Sakerah. Sementara Kardjo AC/DC yang sedang bernyanyi bersama Eko (Srimulat) dan seorang banci cantik yang bernama Fran di belakangnya. Sementara di belakang mereka, Roni (berkepala botak), Djawul (rambut ikal) di belakangnya dan Tubi di belakang Djawul.

Pada pertengahan tahun 1982 tepatnya tanggal 26 Juni, Cak Jamal manggung dengan grup lawak CANDA Surabaya di THD (Taman Hiburan Daerah) Semarang dengan tema "Ayo Ngguyuuu...!" Grup lawaknya ini beranggotakan dirinya, Muntjul dan Podo. Panggung mereka juga ditemani grup lawak lainnya, yakni GAMA's dari Semarang. Hiburan Ayo Ngguyuuu yang dimulai jam 19.30 petang ini mempunyai tiket masuk seharga Rp. 250,- (gimana tuh kurs rupiahnya jaman sekarang kira-kira?) Hiburan lawak Cak Jamal juga dimeriahkan dengan group dangdutan Raseko dengan penyanyi utama Neneng.

Kalau mau tahu iklan jaman dulu, perhatikan kata-kata berikut yang tertulis dalam brosur Ayo Ngguyuuu...! "Untuk memulihkan kesegaran setlah menjalani tugas pekerjaan yang berat seharian suntuk, tentunya physik maupun mental anda cukup melelahkan. Marilah kita bangkitkan kembali kegairahan baru dalam setiap penampilan yang dipersembahkan oleh THD Semarang, dua group lawak yang lucu kocak dan meriah, mengajak anda tertawa terkekeh-kekeh sambil menikmati hidangan lagu-lagu selera anda yang dihadirkan oleh penyanyi2 masa kini.

Tak lupa sebuah kotak bertulisan "ngibing di arena Joget Rp. 150,-" Hehehehehe.... jadi jadul tuh kalau mau saweran harus bayar pekgo dulu Cuy!

Dalam satu peran lainnya Cak Jamal memerankan sebagai R. Suprapto beserta pasangan mainnya yang berperan sebagai Winangsih dalam cerita Bengawan Solo.

Semakin seringnya manggung rupanya membuat diri Cak Jamal semakin menjadi seniman selebriti (kondang). Salah satu acara ulang tahun sebuah rumah bilyard di Pemuda Jakarta mengundang mereka untuk turut menghibur dalam acara pesta tersebut. Cak Jamal memang sangat menikmati acara pesta ulang tahun tempat hiburan dan olahraga biliard terkenal pada masa itu dengan dansa-dansi bersama para teman dan kolega sesama artis.

Bila Anda ingin mengenang nostalgia di tahun-tahun 60-an dan 70-an, sepertinya Anda harus menghubungi Cak Jamal. Dia akan dengan senang hati menceritakan segala pngalaman hidupnya dari panggung ke panggung sebagai seorang seniman ludruk seiring dengan tokoh seniman populer yang kini masih sering muncul di televisi. Hubungi saja teleponnya di (021) 7158.5671 - (021) 3300.4247

sidikrizal - kelanakuliner.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Google+ Followers

Berita Tokoh Kita

Loading...