English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Informasi tentang kandidat caleg, pemilukada & pilpres Indonesia

Kamis, 27 Maret 2014

Ahmad Faisyal Hermawan, Caleg Terganteng dan Termuda di PDIP

Caleg Ini Disukai Bapak-Bapak Sebagai Calon Menantu Idaman
Lebih Sering Diajak Foto Selfie dengan Konstituen Ibu-Ibu

Sejarah membuktikan bahwa kota Bekasi adalah kota yang pernah dipimpin oleh kaum muda. Karakter masyarakatnya yang hampir empat puluh tujuh persen lebih adalah warga asli Bekasi, seolah selalu menerima calon pemimpin dari kalangan muda.

Contohnya saja, Mochtar Mohamad, walikota Bekasi periode lalu memulai karirnya di usia kisaran 33-an tahun dan berhasil menjadi pemimpin tertitnggi di Kota Bekasi hanya dalam waktu kurang dari 15 tahun berikutnya. Meskipun berakhir di Sukamiskin, namun perjalanan karier politiknya itu telah memberikan inspirasi dan memotivasi banyak kaum muda yang ingin terjun ke panggung politik.


Salah satu tokoh muda dari partai yang sama, PDI Perjuangan datang dari Kota Bekasi, yakni Ahmad Faisyal Hermawan, seorang caleg muda yang punya pengalaman segudang di usia mudanya dalam dunia politik. Betapa tidak perjalanan karier politiknya sebagai staf ahli di Senayan untuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, lelaki yang sudah tinggal di Bekasi dari tahun 1990 ini, telah membuatnya tahu persis seperti apa bermain di dunia yang penuh intrik dan pencitraan publik ini.

Pemuda ini sadar betul, bahwa perjuangan di ranah politik bukan melulu membutuhkan kepintaran, serta penampilan yang sangat menarik buat siapapun, tapi juga biaya besar untuk menjalankan kendaraan politik lainnya baik dalam bentuk ormas maupun komunitas tertentu yang kapanpun siap untuk digerakkan demi kepentingan dan tujuan politis.

Ketika pilkada kota Bekasi dan pilgub baik di Jabar maupun di DKI Jakarta, pemuda yang belum menikah ini mengaku turut ambil bagian dalam aktivitas politik praktisnya, tentunya sebagai salah satu staf ahli di Komisi III DPR RI, membantu sang pamannya dari PDI Perjuangan.

Semenjak itu pula bujangan tampan ini mulai belajar bagaimana politik mengharuskannya memanfaatkan segala sumberdaya yang ada, termasuk penampilan dirinya yang bisa jadi akan disukai banyak lawan jenisnya. Ahmad Faisyal Hermawan yang akrab dipanggil Bang Faisal ini memaparkan mengapa ia harus menggantikan pimpinan Bamusin (Badan Muslimin Indonesia) untuk Kota Bekasi, yang dulunya diketuai oleh tokoh muda Rahmatullah, namun karena dia pindah ke Partai Demokrat, mau tak mau Bang Faisal harus menggantikan posisinya sebagai Ketua Umum BAMUSIN Kota Bekasi.

Sebagai ormas yang diikuti banyak warga Kota Bekasi, terutama kaum muslim, BAMUSIN memang sebuah kendaraan politik yang pas buat seorang Ahmad Faisal Hermawan. Pemuda penyandang S2 ini berharap setiap minggunya bisa melakukan interaksi dengan jama'ahnya di wadah organisasi ini dengan beragam kegiatan, salah satunya adalah kegiatan pengajian rutin malam Jum'atan dengan pembacaan surah Yasin, Al-Fatihah, Tahlil, Tahmid dan Dzikir. Selama empat pekan terakhir, Bang Faisyal memang sengaja mengadakan pengajian yasinan ini untuk mendoakan sukses dirinya menuju pemilu 9 April.

Bang Faisyal yang kelahiran 21 Desember 1985 ini memang bukan caleg termuda karena di dapil Kota Bekasi 3 ada caleg perempuan yang kelahiran tahun 1988 yang juga dari PDIP, yakni Nita Hermawati. Meskipun begitu untuk caleg lelaki, Faisyal memang termasuk yang paling muda dari seluruh caleg di PDIP. Dan ini adalah modal utamanya berkarier di dunia politik, "Setidaknya saya mempunyai masa depan politik yang panjang di masa depan," imbuhnya kepada wartawan.

Faisyal memang berharap banyak dengan memulai karier politiknya di usianya yang masih muda ini, apalagi kans nya untuk bisa menjadi orang nomor satu di Kota Bekasi, masih sangatlah besar jika berangkat dari partainya wong cilik ini. Karena semenjak Jokowi digadang sebagai capres PDIP untuk pemilu mendatang, Faisyal beranggapan Jokowi Effect bisa mendongkrak perolehan suaranya di pileg 9 April mendatang, dan ini dijadikannya sebagai tolak ukur bagi dirinya untuk bisa ikut ambil bagian di pilkada 2018 Kota Bekasi. Semoga saja dia mampu dan amanah.

Sidik Rizal - kandidat.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Google+ Followers